Minggu, 20 Maret 2011


Sisi Positif yang Bisa Diambil dari Putus Cinta

Dok. Thinkstock
Jakarta - Putus cinta memang tidak pernah menyenangkan dan membawa kesedihan. Namun, meskipun sakit hati, Anda bisa mengambil hal positif dari tragedi ini. Apa saja pelajaran yang didapat setelah putus cinta? Seperti dikutip SheKnows, ini dia hal positif yang bisa dipetik.

Bukan Akhir Dunia
Salah satu pelajaran yang bisa didapat dari pepisahan adalah, ini bukan akhir dari dunia. Anda harus menyadari, sesakit apapun hati Anda dan betapa marahnya Anda, putus cinta tidak dapat mematikan Anda.

Belajar Mandiri
Putus dari hubungan yang telah terjalin cukup lama, membuat Anda tergantung dengan mantan kekasih Anda. Saat memiliki kekasih, mungkin Anda bisa leluasa meminta bantuan. Pelajaran yang baik untuk Anda adalah perpisahan dapat membantu Anda untuk kembali belajar menjadi wanita yang lebih mandiri. Anda akan menemukan kembali kepercayaan diri dan kemampuan bertahan hidup dengan menjadi sendiri.

Mendapatkan 'Kehidupan' Kembali
Perpisahan bisa diibaratkan seperti mendapatkan kemerdekaan Anda kembali. Perpisahan membuat Anda bisa kembali melakukan hal yang Anda suka. Mungkin di bulan pertama Anda akan meratap, tapi  bulan-bulan berikutnya Anda akan menemukan sesuatu yang baru di hidup Anda, karena setiap manusia pasti ingin bangkit dari keterpurukannya.

Ada Pria Lain yang Menunggu Anda
Jika hubungan harus berakhir berarti memang sudah tidak adanya kecocokan. Ingatlah, cinta tidak bisa dipaksakan. Perpisahan lebih baik dibanding mempertahankan hubungan yang tidak sehat. Kesendirian akan memberikan peluang untuk Anda bertemu dengan Mr. Right.


7 Alasan Pria Enggan Kencani Wanita Sukses
Riska Wandira - wolipop



Dok. Thinkstock
Jakarta - Cantik, percaya diri, mandiri, seksi dan sukses sudah Anda miliki. Pria idaman pun seharusnya mudah didapat. Tetapi kenyatannya pria yang Anda suka, tampaknya justru menghindar dari Anda. Apa alasannya? Padahal Anda memiliki semua kriteria yang positif.

Ternyata, kesuksesan secara karir dan personal bukan jaminan sukses juga di percintaan. Beberapa pria justru memilih menghindar dari para wanita sukses.

Apa alasannya? Inilah, tujuh alasan pria kurang tertarik pada wanita sukses, seperti dikutip dari Ezinearticles:

1. Dia Hanya akan Menjadi Bayangan
Pria akan merasa tidak aman bila pasangannya jauh lebih sukses darinya. Ia takut pasangannya akan memegang kendali pada hubungan yang akan dijalani.

2. Dia Takut Anda Mengambil Peranannya
Anda mandiri dan dapat mengontrol hidup sendiri. Seorang pria takut bila terjadi suatu masalah dalam hubungannya, yang akan memecahkan masalah adalah wanita yang jadi kekasihnya. Padahal ia juga dapat memecahkan masalah tersebut. Ia takut Anda mengambil alih peranannya karena merasa mampu untuk menyelesaikannya.

3. Anda akan Menekannya
Dia berpikir bahwa wanita sukses memiliki karakter 'bossy' dan selalu mendapatkan apa saja dengan cara mereka. Hal tersebut akan sangat menakutkan bagi pria untuk memikirkan seorang wanita yang akan selalu menekannya dan tidak kenal kompromi.

4. Apakah Anda Berpenghasilan Lebih Besar Darinya?
Untuk beberapa pria sangat penting membandingkan penghasilan Anda dengannya. Jika penghasilan Anda jauh lebih besar, ia pun tidak akan berani untuk mengencani Anda. Karena ia menganggap Anda dapat menyediakan segala sesuatu sendiri tanpa bantuannya.

5. Orang Lain akan Membicarakan Kekurangannya
Anda memiliki kesuksesan dan populer, sedangkan dia tidak memiliki semua itu. Ia akan berpikir tidak akan menemukan kecocokan bila berkencan dengan wanita seperti Anda. Ia takut mendapatkan kritikan dan komentar mengenai hal itu dari berbagai pihak yang mengetahuinya.

6. Akankan Anda Memperlakukannya Seperti Anak Kecil?
Karena Anda memiliki segalanya dan ia tidak, akankah Anda memperlakukannya seperi anak kecil untuk membuatnya berbeda? Akankan Anda seperti ibunya yang mengatur semua tindakannya? Itulah beberapa hal yang menjadi kekhawatiran pria.

7. Ia Tidak Percaya Diri
Mungkin ia berpikir untuk menjalin hubungan dengan wanita sukses akan sangat berat baginya, karena ia merasa tidak bisa menangani seseorang yang lebih unggul darinya.